Teknik pencegahan dan pengendalian penyakit tanaman kehutanan berbeda untuk setiap jenis tanaman dan penyakit atau gejala yang ditimbulkan. Teknik pencegahan dan pengendalian tanaman kehutanan berdasarkan jenis tanaman dan penyakitnya adalah sebagai berikut:
- 1. Penyakit Mati Pucuk (Die Back) oleh jamur Phoma sp. pada Jati
Gejala mati pucuk terlihat jelas pada musim hujan, maka pada awal musim hujan pucuk-pucuk yang menunjukkan gejala serangan penyakit harus dipotong untuk menghilangkan sumber inokulum disertai dengan pemupukkan untuk memacu pertumbuhan tanaman.
Pada musim hujan perlu dilakukan pemangkasan terhadap tanaman pelindung untuk mengurang kelembapan, sedangkan pada musim kemarau, pemangkasan terhadap tanaman pelindung tidak perlu dilakukan atau hanya dilakukan pemangkasan ringan saja agar kelembapan lingkungan tetap terjamin. Tanaman jati yang menunjukkan gejala mati pucuk harus diberi tanda dan diprioritaskan untuk ditebang pada saat penjarangan tanaman.
- 2. Penyakit Kanker Batang oleh jamur Diplodia pinea pada Pinus
Melakukan monitoring sambil melakukan pekerjaan thinning atau pemangkasan tajuk secara teratur, terutama tajuk-tajuk yang kering dan menunjukkan gejala penyakit kanker batang untk menghilangkan dan mengurangi jumlah inokulum. Pohon-pohon pinus yang menunjukkan gejala terserang penyakit kanker batang harus segera diberi pupuk untuk meningkatkan kesehatan tanaman.
- 3. Penyakit Akar Merah oleh jamur Ganoderma pseudoffereum pada Sengon
Hal yang lebih khusus pada tanaman sengon yaitu kecenderungan timbulnya jamur akar merah pada tanaman tua di atas umur 7 tahun. Oleh karena itu, untuk menghindarkan tanaman dari kerusakan yang lebih parah sebaiknya dilakukan pemanenan (penebangan) segera setelah pohon masuk tebang.
- 4. Penyakit Tumor Batang oleh Nectria sp. dan Cytospora sp pada Ampupu
Sebelum penanaman perlu dilakukan kajian kecocokan lahan dan jenis yang akan ditanaman. Jarak tanaman harus dibuat sedemikian rupa sehingga kelembapan pertanaman tidak tinggi. Perawatan monitoring yang terus-menerus perlu dilakukan, terutama di daerah yang rawan terhadap penyakit kanker. Apabila dalam satu lokasi telah ditemukan beberapa pohon yang menunjukan gejala kanker batang, hendaknya pohon-pohon tersebut segera ditebang dan disingkirkan untuk mencegah meluasnya penyakit. Apabila dalam satu rotasi tanam telah ditemukan banyak pohon yang menderita kanker batang, maka pada rotasi berikutnya hendaknya tidak dilakukan penanaman dengan jenis tersebut.
- 5. Penyakit Busuk Hati (Heart Rot) oleh jamur Phellinus sp. dan P. Npxius pada Akasia
Pemilihan jenis yang sesuai dengan tempat tumbuh (site) merupakan faktor yang sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit busuk hati secara meluas. Seleksi benih dari induk yang berkualitas dan berpenampilan bagus (pohon plus) dapat mengurangi terjadinya serangan penyakit busuk hati. Apabila dalam suatu areal telah terjadi epidemi penyakit busuk hati, maka rotasi harus diganti dengan jenis lain yang tahan terhadap serangan jamur.
- 6. Penyakit Busuk Kulit oleh jamur Pythophtora palmivora pada Akasia
Karena penyakit sangat didukung oleh kondisi yang lembab dan gelap serta adanya pelukaan dan percabangan, maka salah satu cara pengendaliannya adalah dengan pemangkasan cabang (pruning) untuk memberikan suasana terang dan mengurangi kelembapan pada area pertanaman. Pemakaian fungisida untuk melumas kulit tidak dianjurkan karena tingkat efektifitasnya masih diragukan dan secara ekonomis mahal.
- 7. Penyakit Kutil Daun oleh Eriophyoes sp. pada Kayu Putih
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit ini adalah sebagai berikut :
- Melakukan sanitasi dan eradikasi bersamaan dengan waktu pemangkasan tanaman.
- Melakukan monitoring secara cermat agar intensitas eranga tetap dibawah ambang ekonomi.
- Menggunakan bibit tanaman kayu putih yang relaif tahan terhadap penyakit kutil daun sehingga serangan tungau tidak mengakibatkan berkurangnya jumlah dan kualitas minyak kayu putih yang dihasilkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar