Selasa, 14 Desember 2010

KEGIATAN PEMULIAAN TANAMAN HUTAN (SILVIKULTUR)

Menurut Peraturan menteri kehutanan nomor : P.10/Menhut-II/2007 tentang pembenihan tanaman hutan  dan pemuliaan tanaman hutan adalah rangkaian kegiatan untuk mempertahankan kemurnian jenis yang sudah ada dan/atau memperoleh sifat-sifat unggul tanaman hutan guna peningkatan produksi dan kualitas hasil, baik kayu maupun hasil lainnya.
Rangkaian kegiatan pemuliaan tanaman hutan ditentukan oleh teknik perbanyakan yang digunakan. Secara umum terdapat dua teknik perbanyakan yang banyak dijumpai, yakni teknik perbanyakan generatif dan teknik perbanyakan vegetatif. Secara teknis silvikultur perbanyakan generatif tanaman adalah perbanyakan dan bahan yang berasal dari biji. Dalam bidang kehutanan, perbanyakan secara generatif telah berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, kemudian mengalami modifikasi dan penyempurnaan teknik. Secara umum, pengertian generatif adalah salah satu cara untuk memperbanyak tanaman dengan menggunakan biji hasil perkawinan antara bunga jantan dan betina. Dari biji inilah nantinya berkembang menjadi tanaman baru sebagai regenerasi pohon induknya. Biji yang dihasilkan tanaman hutan sangat bervariasi baik ukuran, bentuk maupun volume per-Kg-nya (Anonim, 2009).

Rangkaian teknik perbanyakan generatif yang dilakukan dalam kehutanan antara lain sebagai berikut:
1. Pengunduhan Buah/Biji
Biji yang sudah masak secara fisik dan fisiologis dipanen dengan cara dipanjat / diambil dengan galah. Pada beberapa jenis tertentu biji yang sudah masak dibiarkan jatuh dari pohonnya kemudian dikumpulkan dari lantai hutan.
2. Seleksi Buah/biji
Biji yang telah dipanen kemudian dipilih yang bernas, tidak kosong, sehat dan tidak diserang hama/penyakit. Cara pemisahannya dapat dilakukandengan perendaman dalam air, dimana biji yang terapung dibuang. Seleksi yang lain dapat dibedakan berdasarkan besar kecilnya biji maupun bentuknya
3. Penyimpanan Biji
Biji yang termasuk kategori biji ortodoks disimpan dalam suhu dan wadah tertentu untuk menjaga kelembaban udara dan kadar airnya. Biasanya biji dimasukkan ke dalam kantung plastik kemudian disimpan dalam lemari berpendingin (DCS= Dry Cool Storage). Dengan cara penyimpanan yang tepatdiharapkan kelembaban dan kadar air dalam biji dapat dipertahankan dalam waktu tertentu sampai biji tersebut ditabur.
4. Penaburan biji
Jenis biji rekalsitran yang tidak memerlukan waktu simpan yang lama segera disemaikan dalam bak tabur. Perlakuan pada tingkat persemaian yang perlu diperhatikan adalah kecukupan air, media yang sarang (porous), interisitas sinar matahani dan kelembaban udara.
5. Penyapihan
Dalam waktu tertentu biji yang tetah ditabur akan memuncutkan tunas tanaman. Setelah muncul daun muda yang sempurna segera pindahkan tanaman dan bak persemaian ke dalam polybag yang berisi campuran media tanah dan pupuk kompos. Tempatkan ke dalam areal persemaian yang memiliki intensitas cahaya matahari 50-75%, lakukan penyiraman secukupnya dan berikan pupuk dasar agar menunjang pertumbuhan tanaman.
6. Pemeliharaan dan Perawatan sampai dengan siap tanam
Tanaman dipelihara antara lain dengan pemberian pupuk, pembersihan dari gulma, penyemprotan dengan insektisida/fungisida ketika tanaman diserang hama/jamur dan pemeliharaan lainnya. Lama pemeliharaan ditingkat semai bervaniasi antara 4-6 bulan sampai siap tanam.

Dengan teknik perbanyakan secara generatif kadangkala bibit yang dihasilkan menyimpang dari sifat induknya. Hal ini akan menguntungkan jika perubahan sifat tersebut lebih baik atau setidaknya sama dengan induknya. namun jika yang terjadi sebaliknya, hal tersebut akan sangat merugikan. Penyimpangan yang terjadi salah satunya disebabkan adanya kawin silang diantara jenis tanaman itu sendiri. Tanaman yang dihasilkan dari teknik ini memilki beberapa kelebihan, antaralain umumnya tumbuh subur, mempunyai bentuk yang baik, sehat, kuat dan lebih tahan karena mempunyai akar tunggang yang jauh ke dalam (Zaedin, 1985).
Teknik perbanyakan vegetatif yaitu teknik perbanyakan tanaman dengan mengambil sebagian dari pohon induknya. Teknik ini dapat dilakukan dengan cara okulasi/tempelan, cangkok, menyusukan, menyambung, stek dan cara anakan. Okulasi/tempelan yaitu cara perbanyakan tumbuhan dengan memindahkan seiris kulit bermata tunas dari satu pohon ke tanaman lain yang sejenis (famili). Cangkok yaitu cara perbanyakan tanaman dengan membuat cabang berakar pada tempatnya, kemudian dipotong dan dipindahkan. Cara menyusukan dilakukan dengan mempersatukan kedua batang/cabang dari tanaman yang sejenis. Sedangkan menyambung dilakukan dengan memindahkan sepotong pucuk/ranting ke tanaman lain yang sejenis. Stek adalah cara perbanyakan tanaman dengan memotong-motong dari bagian tanaman batang/cabang, ranting/pucuk dan akar. Cara anakan dilakukan dengan memisahkan anak/tunas dari induknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar